Rabu, 07 Desember 2011

14.000 Kepala Madrasah Studi Manajemen Pendidikan

SEMARANG, KOMPAS.com - Kementerian Agama mengirim sekitar 14.000 kepala madrasah dan pengawas di seluruh wilayah Indonesia untuk belajar manajemen pendidikan dengan menggandeng perguruan tinggi setempat.
"Itu memang program kami, tahun ini total 14.000 kepala madrasah dan pengawas dapat pelatihan," kata Kepala Seksi Pengawas Madrasah Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama R. Nurul Islam di Semarang, Minggu (4/12/2011).
Hal tersebut diungkapkannya usai membuka Pendidikan dan Pelatihan Kepala Madrasah Jawa Tengah di Kampus II Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang.
Menurut dia, pelatihan kepala madrasah itu dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi setempat, untuk Jateng menggandeng Universitas Sains Alqur’an (Unsiq) Wonosobo dan IKIP PGRI Semarang.
Ia mengakui, kompetensi kepala madrasah di bidang agama memang tidak perlu diragukan, namun kompetensi di bidang manajerial pendidikan masih kurang, diiringi sarana dan prasarana madrasah yang mereka kelola.
Sekitar 82 persen madrasah di Indonesia, kata dia, berstatus swasta yang tentunya kelangsungan hidup dan pemenuhan sarana prasarana mereka bergantung kepada pendanaan masyarakat.
"Kebanyakan kepala madrasah ini bahkan belum pernah tersentuh pelatihan manajemen pendidikan semacam ini sama sekali. Karena itu, kami beri mereka pelatihan dengan menggandeng perguruan tinggi," katanya.
Rektor IKIP PGRI Semarang Muhdi menyatakan mendukung langkah Kemenag menggandeng perguruan tinggi untuk membantu peningkatan kompetensi para kepala madrasah dan pengawas di lingkup kementerian itu.
Ia mengakui, kondisi madrasah berbeda dengan sekolah umum, sebab banyak madrasah yang didirikan dengan prinsip "ikhlas beramal" dalam artian mereka harus berjuang keras untuk menyelenggarakan pendidikan.
"Sebagian besar madrasah memang swasta. Apalagi dengan prinsip ’ikhlas beramal’ itu. Mereka tentunya kesulitan meningkatkan kompetensi tenaga pendidiknya, termasuk kepala sekolah," katanya.
Selain pelatihan manajemen pendidikan, Muhdi menekankan pelatihan itu juga mencakup penanaman nasionalisme dan cinta tanah air kepada peserta didik yang menjadi tugas pendidik, di samping transfer ilmu.
Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari itu memberikan berbagai materi di antaranya pendidikan dan analisis dalam penelitian tindakan kelas (PTK) dan diikuti oleh sekitar 800 kepala madrasah di Jateng.

Jumat, 21 Oktober 2011

3 kesalahan menejemen keuangan pengusaha pemula

Kesalahan manajemen keuangan, diakui atau tidak, sering menjadi sumber masalah bagi banyak pengusaha pemula. Saya tidak bermaksud mengatakan rekan-rekan pengusaha pemula tidak pintar mencari uang, faktanya mereka sangat piawai menangkap peluang, mengembangkan produk/jasa inovatif, dan mengubahnya menjadi bisnis yang menguntungkan.
Hanya saja, karakter alamai jiwa muda yang selalu bersemangat—dan memang positif di satu sisinya—sering membuat mereka lepas kendali yang akhirnya berujung pada keputusan-keputusan tidak pas, terutama sekali di wilayah manajemen keuangan.
Prinsip yang paling saya sukai dari rekan-rekan pengusaha muda adalah: “Setiap masalah ada jalan keluarnya”—jika sungguh-sungguh diusahakan dan dilaksanakan secara disiplin tentunya. Hal yang sama berlaku di wilayah keuangan.
Kesalahan manajemen keuangan dapat dihindari jika sejak awal disadari bahwa keputusan tertentu bisa berpengaruh buruk terhadap keuangan perusahaan, entah itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu perlu pertimbangan yang matang, kalau bisa dihindari. selengkapnya ..

Master Bisnis Administrasi Keuangan


MBA - Keuangan di Grand Canyon University, Ken Blanchard College of Business AS / Amerika Serikat, Phoenix, AZ. Dapatkan informasi mengenai sekolah dan program di sini! Hubungi sekolah dalam 1 klik saja.


Master of Business Administration dengan Penekanan dalam menggabungkan Keuangan berbasis luas, manajemen umum kurikulum program MBA dengan studi khusus di bidang keuangan yang mempersiapkan siswa untuk posisi manajemen lanjutan di perusahaan keuangan atau perbankan investasi. selengkapnya ..

Manajemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.[1] Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.[2] Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.[3] Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal